Hakekat
Peserta Didik
Pribadi
yang sedang tumbuh dan berkembang. Pribadi yang memiliki potensi, baik fisik
maupun psikologis yang berbeda-beda sehingga masing-masing memiliki unsan yang
unik. Pribadi yang memerlukan pembinaan individual dan perlakuan yang
manusiawi. Pribadi yang ada dasarnya merupakan insane yang aktif menghadapi
lingkungannya. Pribadi yang bertanggung jawa atas pendidikannya sendiri sesuai
dengan wawasan pendidikan seumur hidup. Sedangkan menurut undang-undang
Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidik Nasional.
Peserta Didik berhak untuk : Mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan
bakat, minat dan kemampuannya. Mendapatkan beasiswa bagi yang berprestasi yang
orang tuannya tidak mampu membiayai pendidikannya. Mendapatkan biaya pendidikan
bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikan.
Pindah
keprogram pendidikan pada jalur dan satuan pendidikan lain setara.
Menyelesaikan program pendidikan yang sesuai dengan kecepatan belajar
masingh-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu wajar.
Mendapatkan pendidikan agama pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianut.
Prinsip Yang paling penting dalam pendidikan bahwa anak merupakan individu yang
selalu tumbuh dan berkembang. Karakteristik Peserta Didik Karakteristik umum
peserta didik dapat dilihat dari beberapa faktor yaitu : Faktor: Kondisi fisik
seseorang akan sangat berpengaruh terhadap aktivitas yang dilakukan.
Beberapa aspek yang perlu di perhatikan antara
lain yaitu : Keadaan jasmani; Keadaan siswa yang sehat akan membuat siswa
belajar dengan baik, sehingga dapat memusatkan perhatiannya pada Pelajaran
Cacat fisik, cacat tubuh merupakan kekurang sesempurnaan tubuh seperti kaki
mengecil, tuna rungu, sangat dapat mengganggu kelancaran belajar bahkan biasa
dapat menimbulkan frustasi pada anak dan rasa rendah diri, ini sangat dapat
mempengaruhi kegiatan belajar anak. Kesehatan, Orang yang sehat berarti
terbebas dari penyakit badan yang kurang sehat dapat menyebabkan cepat lelah,
mudah mengantuk, hal ini bisa menganggu kelancaran proses belajar Faktor
Intelegensi Merupakan potensi yang berpengaruh pada kemampuan berfikir sebagai
salah satu aktivitas mental yang menjadi latar belakang seseorang untuk
berprilaku dan dapat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa.
Perkembangan
mengacu pada bagaimana seorang tumbuh, beradaptasi, dan berubah disepanjang
perjalanan hidupnya. Orang tumbuh, beradaptasi, dan berubah melalui
perkembangan fisik, perkembangan kepribadian, perkembangan sosioemosional
(sosial dan emosi), perkembangan kognitif (berpikir), dan perkembangan manusia
menurut teori Piaget (kognitif dan moral) serta teori perkembangan kognitif
menurut Lev Vygotsky. Setidaknya ada lima faktor yang dapat memengaruhi kinerja
peserta didik kita, yaitu lingkungan keluarga, atmosfer persekawanan, sumber
daya sekolah, kecerdasan yang berasal dari dalam diri sendiri, dan
aksesibilitas pencapaian informasi. Peserta didik adalah makhluk yang berada
dalam proses perkembangan dan pertumbuhan menurut fitrahnya masing-masing, mereka
memerlukan bimbingan dan pengarahan yang konsisten menuju kearah titik optimal
kemampuan fitrahnya.
Didalam pandangan yang lebih modern anak didik
tidak hanya dianggap sebagai objek atau sasaran pendidikan, melainkan juga
mereka harus diperlukan sebagai subjek pendidikan, diantaranya adalah dengan
cara melibatkan peserta didik dalam memecahkan masalah dalam proses belajar
mengajar. Berdasarkan pengertian ini, maka anak didik dapat dicirikan sebagai
orang yang tengah memerlukan pengetahuan atau ilmu, bimbingan dan pengarahan.
Dasar-dasar
kebutuhan anak untuk memperoleh pendidikan, secara kodrati anak membutuhkan
dari orang tuanya. Dasar-dasar kpdrati ini dapat dimengerti dari
kebutuhan-kebutuhan dasar yang dimiliki oleh setiap anak dalam kehidupannya,
dalam hal ini keharusan untuk mendapatkan pendidikan itu jika diamati lebih
jauh sebenarnya mengandung aspek-aspek kepentingan, antara lain : 1.Aspek
Paedogogis. Dalam aspek ini para pendidik mendorang manusia sebagai animal
educandum, makhluk yang memerlukan pendidikan. Dalam kenyataannya manusia dapat
dikategorikan sebagai animal, artinya binatang yang dapat dididik, sedangkan
binatang pada umumnya tidak dapat dididik, melainkan hanya dilatih secara
dresser. Adapun manusia dengan potensi yang dimilikinya dapat dididik dan
dikembangkan kearah yang diciptakan. 2.Aspek Sosiologi dan Kultural.
Menurut
ahli sosiologi, pada perinsipnya manusia adalah moscrus, yaitu makhlik yang
berwatak dan berkemampuan dasar untuk hidup bermasyarakat. 3.Aspek Tauhid.
Aspek tauhid ini adalah aspek pandangan yang mengakui bahwa manusia adalah
makhluk yang berketuhanan, menurut para ahli disebut homodivinous (makhluk yang
percaya adanya tuhan) atau disebut juga homoriligius (makhluk yang beragama).
Sedangkan Karateristik peserta didik meliputi perkembangan fisik, perkembangan
sosioemosional, dan perkembangan intelektual/mental. Perkembangan intelektual
peserta didik melalui empat tahap yaitu sensorimotor, praoperasi, operasi
konkrit, dan operasi formal. Perkembangan Peserta Didik Dalam Pendidikan Islam.
Peserta didik adalah setiap manusia yang sepanjang hidupnya selalu dalam
perkembangan. Kaitannya dengan pendidikan adalah bahwa perkembangan peserta
didik itu selalu menuju kedewasaan dimana semuanya itu terjadi karena adanya
bantuan dan bimbingan yang diberikan oleh pendidik.
Bantuan
dan bimbingan yang diberikan oleh pendidik sangat dipengaruhi oleh pandangan
pendidik itu sendiri terhadap peserta didik. Dalam hal ini anak ( peserta didik
) merupakan sarana dalam proses pendidikan. Pertumbuhan dan perkembangannya
yang dialami oleh peserta didik sangat dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu faktor
pembawaan ( warisan ), faktor lingkungan dan faktor kematangan ( internal ).
Dalam proses perkembangan seseorang, ada beberapa aliran yang menjelaskan
tentang teori perkembangan, antara lain : Aliran Nativisme.Dalam aliran ini
dijelaskan bahwa perkembangan manusia itu ditentukan oleh pembawaannya,
sedangkan pengalaman dan pendidikan tidak berpengaruh apa-apa ( Arthur
Sckonenhauer : 1788 – 1860 ). Faktor pembawaan ini bersifat kodrati dari lahir
dan tidak dapat diubah oleh pengaruh alam sekitar. Faktor inilah yang akan
membentuk kepribadian manusia.2. Aliran Empirisme Pada aliran ini dijelaskan
bahwa perkembangan manusia itu semata-mata tergantung pada lingkngan dengan
pengalaman pendidikannya ( John Locke ). 3. Aliran KonvergensiAliran ini adalah
gabungan antara aliran empirisme dengan aliran nativisme.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar