Sabtu, 13 Desember 2014

hakekat peserta didik


Hakekat Peserta Didik

Pribadi yang sedang tumbuh dan berkembang. Pribadi yang memiliki potensi, baik fisik maupun psikologis yang berbeda-beda sehingga masing-masing memiliki unsan yang unik. Pribadi yang memerlukan pembinaan individual dan perlakuan yang manusiawi. Pribadi yang ada dasarnya merupakan insane yang aktif menghadapi lingkungannya. Pribadi yang bertanggung jawa atas pendidikannya sendiri sesuai dengan wawasan pendidikan seumur hidup. Sedangkan menurut undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidik Nasional. Peserta Didik berhak untuk : Mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya. Mendapatkan beasiswa bagi yang berprestasi yang orang tuannya tidak mampu membiayai pendidikannya. Mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikan.
Pindah keprogram pendidikan pada jalur dan satuan pendidikan lain setara. Menyelesaikan program pendidikan yang sesuai dengan kecepatan belajar masingh-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu wajar. Mendapatkan pendidikan agama pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianut. Prinsip Yang paling penting dalam pendidikan bahwa anak merupakan individu yang selalu tumbuh dan berkembang. Karakteristik Peserta Didik Karakteristik umum peserta didik dapat dilihat dari beberapa faktor yaitu : Faktor: Kondisi fisik seseorang akan sangat berpengaruh terhadap aktivitas yang dilakukan.
 Beberapa aspek yang perlu di perhatikan antara lain yaitu : Keadaan jasmani; Keadaan siswa yang sehat akan membuat siswa belajar dengan baik, sehingga dapat memusatkan perhatiannya pada Pelajaran Cacat fisik, cacat tubuh merupakan kekurang sesempurnaan tubuh seperti kaki mengecil, tuna rungu, sangat dapat mengganggu kelancaran belajar bahkan biasa dapat menimbulkan frustasi pada anak dan rasa rendah diri, ini sangat dapat mempengaruhi kegiatan belajar anak. Kesehatan, Orang yang sehat berarti terbebas dari penyakit badan yang kurang sehat dapat menyebabkan cepat lelah, mudah mengantuk, hal ini bisa menganggu kelancaran proses belajar Faktor Intelegensi Merupakan potensi yang berpengaruh pada kemampuan berfikir sebagai salah satu aktivitas mental yang menjadi latar belakang seseorang untuk berprilaku dan dapat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa.
Perkembangan mengacu pada bagaimana seorang tumbuh, beradaptasi, dan berubah disepanjang perjalanan hidupnya. Orang tumbuh, beradaptasi, dan berubah melalui perkembangan fisik, perkembangan kepribadian, perkembangan sosioemosional (sosial dan emosi), perkembangan kognitif (berpikir), dan perkembangan manusia menurut teori Piaget (kognitif dan moral) serta teori perkembangan kognitif menurut Lev Vygotsky. Setidaknya ada lima faktor yang dapat memengaruhi kinerja peserta didik kita, yaitu lingkungan keluarga, atmosfer persekawanan, sumber daya sekolah, kecerdasan yang berasal dari dalam diri sendiri, dan aksesibilitas pencapaian informasi. Peserta didik adalah makhluk yang berada dalam proses perkembangan dan pertumbuhan menurut fitrahnya masing-masing, mereka memerlukan bimbingan dan pengarahan yang konsisten menuju kearah titik optimal kemampuan fitrahnya.
 Didalam pandangan yang lebih modern anak didik tidak hanya dianggap sebagai objek atau sasaran pendidikan, melainkan juga mereka harus diperlukan sebagai subjek pendidikan, diantaranya adalah dengan cara melibatkan peserta didik dalam memecahkan masalah dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan pengertian ini, maka anak didik dapat dicirikan sebagai orang yang tengah memerlukan pengetahuan atau ilmu, bimbingan dan pengarahan.
Dasar-dasar kebutuhan anak untuk memperoleh pendidikan, secara kodrati anak membutuhkan dari orang tuanya. Dasar-dasar kpdrati ini dapat dimengerti dari kebutuhan-kebutuhan dasar yang dimiliki oleh setiap anak dalam kehidupannya, dalam hal ini keharusan untuk mendapatkan pendidikan itu jika diamati lebih jauh sebenarnya mengandung aspek-aspek kepentingan, antara lain : 1.Aspek Paedogogis. Dalam aspek ini para pendidik mendorang manusia sebagai animal educandum, makhluk yang memerlukan pendidikan. Dalam kenyataannya manusia dapat dikategorikan sebagai animal, artinya binatang yang dapat dididik, sedangkan binatang pada umumnya tidak dapat dididik, melainkan hanya dilatih secara dresser. Adapun manusia dengan potensi yang dimilikinya dapat dididik dan dikembangkan kearah yang diciptakan. 2.Aspek Sosiologi dan Kultural.
Menurut ahli sosiologi, pada perinsipnya manusia adalah moscrus, yaitu makhlik yang berwatak dan berkemampuan dasar untuk hidup bermasyarakat. 3.Aspek Tauhid. Aspek tauhid ini adalah aspek pandangan yang mengakui bahwa manusia adalah makhluk yang berketuhanan, menurut para ahli disebut homodivinous (makhluk yang percaya adanya tuhan) atau disebut juga homoriligius (makhluk yang beragama). Sedangkan Karateristik peserta didik meliputi perkembangan fisik, perkembangan sosioemosional, dan perkembangan intelektual/mental. Perkembangan intelektual peserta didik melalui empat tahap yaitu sensorimotor, praoperasi, operasi konkrit, dan operasi formal. Perkembangan Peserta Didik Dalam Pendidikan Islam. Peserta didik adalah setiap manusia yang sepanjang hidupnya selalu dalam perkembangan. Kaitannya dengan pendidikan adalah bahwa perkembangan peserta didik itu selalu menuju kedewasaan dimana semuanya itu terjadi karena adanya bantuan dan bimbingan yang diberikan oleh pendidik.
Bantuan dan bimbingan yang diberikan oleh pendidik sangat dipengaruhi oleh pandangan pendidik itu sendiri terhadap peserta didik. Dalam hal ini anak ( peserta didik ) merupakan sarana dalam proses pendidikan. Pertumbuhan dan perkembangannya yang dialami oleh peserta didik sangat dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu faktor pembawaan ( warisan ), faktor lingkungan dan faktor kematangan ( internal ). Dalam proses perkembangan seseorang, ada beberapa aliran yang menjelaskan tentang teori perkembangan, antara lain : Aliran Nativisme.Dalam aliran ini dijelaskan bahwa perkembangan manusia itu ditentukan oleh pembawaannya, sedangkan pengalaman dan pendidikan tidak berpengaruh apa-apa ( Arthur Sckonenhauer : 1788 – 1860 ). Faktor pembawaan ini bersifat kodrati dari lahir dan tidak dapat diubah oleh pengaruh alam sekitar. Faktor inilah yang akan membentuk kepribadian manusia.2. Aliran Empirisme Pada aliran ini dijelaskan bahwa perkembangan manusia itu semata-mata tergantung pada lingkngan dengan pengalaman pendidikannya ( John Locke ). 3. Aliran KonvergensiAliran ini adalah gabungan antara aliran empirisme dengan aliran nativisme.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar